Bytes of the Week: News & Business (3-9 Oktober 2015)
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Bytes of the Week Bytes of the Week: News & Business (3-9 Oktober 2015)

Bytes of the Week: News & Business (3-9 Oktober 2015)

Selamat pagi! Banyak berita penting yang terjadi selama seminggu ini. Berikut lima di antaranya yang mungkin Anda lewatkan.

RUU KPK hendak melemahkan pemberantasan anti korupsi.
Digalang partai pendukung pemerintahan, PDI-Perjuangan ingin merevisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi. Dalihnya, revisi ini menguatkan KPK. Namun kenyataannya, dalam dokumen yang beredar di publik, revisi tersebut malah membuat KPK jadi pesakitan. Bukan hanya kewenangan, tapi umurnya juga dibatasi. Revisi UU KPK diusulkan enam fraksi yaitu Fraksi PDI Perjuangan (15 orang), Fraksi Golkar (9 orang), FraksiPPP (5 orang), Fraksi NasDem (11 orang), Fraksi PKB (2 orang), dan Fraksi Hanura (3 orang). Rancangan RUU KPK itu disampaikan saat rapat Badan Legislasi DPR, pada Selasa 6 Oktober 2015 kemarin. (via Merdeka.com)

Pesawat Aviastar yang jatuh di Enrekang berhasil dievakuasi.
Senin (5/10), tim evakuasi menemukan pesawat Aviastar yang dinyatakan hilang sejak Jumat pekan lalu. Pesawat ditemukan dalam kondisi hancur di Enrekang. Hanya tiga dari sepuluh jenazah yang ditemukan dalam kondisi utuh. Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Pudji Hartanto Iskandar mengatakan dari hasil laporan anak buahnya yang berada di lapangan, kondisi sebagian besar jenazah korban jatuhnya pesawat Aviastar telah hangus terbakar. (via Tempo.co)

Darurat asap, Jokowi persilakan bantuan asing masuk.
Singapura dan Malaysia menjadi jiran pertama yang diberi izin masuk wilayah darurat asap di Indonesia. Kedua negara tersebut akan menerbangkan sejumlah pesawat yang dipercaya mampu memberi hujan buatan. Sebelumnya bantuan dari kedua negara tersebut ditolak Jokowi. Alasannya, pemerintah kala itu merasa belum membutuhkan pesawat dengan kapasitas angkut air sebesar yang dimiliki Singapura. Dua negara lain, Jepang dan Rusia, menyusul dipersilakan masuk untuk ikut memadamkan api di sejumlah lahan gambut Indonesia. Rencananya, pesawat keempat negara tersebut sudah akan tiba pekan ini di Indonesia.  (via Merdeka.com)

Kisah di balik tambang pasir Lumajang.
Karena masalah pasir, Salim Kancil jadi martir. Ia dianiaya karena terlalu vokal menolak pembangunan tambang ilegal di Lumajang, Jawa Timur. Satu petani lain, Tosan, kini dirawat di rumah sakit akibat penganiayaan yang terjadi dua minggu lalu tersebut. Tambang pasir menjadi isu sensitif, yang lambat laun menjadi bahan perbincangan publik. Rupanya, banyak praktik pertambangan ilegal di Lumajang. Ternyata daerah tersebut menyimpan pasir dengan kualitas terbaik di Pulau Jawa. Awalnya, para pengusaha tambang pasir menambang di sejumlah sungai yang alirannya berada di bawah Gunung Semeru. Namun, sejak tiga tahun lalu pengusaha menambang pasir besar-besaran di pantai baik legal maupun ilegal. (via Viva.co.id)

Jokowi keluarkan sekuel kedua paket kebijakan ekonomi.
Untuk kali ketiga, paket kebijakan ekonomi dirilis. Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, dalam paket ini ada dua poin besar yaitu mengenai penurunan tarif dan atau harga. Kedua, penyederhanaan izin pertanahan, bidang pertanahan untuk kegiatan penanaman modal. Paket kebijakan kali ini berdampak langsung pada rakyat kecil. Salah satunya ditetapkan kebijakan mengenai penerima kredit usaha rakyat (KUR). Sebelumnya, keluarga yang memiliki penghasilan tetap alias pegawai tidak bisa diberi KUR lantaran takut konsumtif. (via Sindonews.com)

Bytes of the Week adalah rangkuman lima berita paling menarik setiap minggunya yang dikurasi oleh tim kurator Kurio. Artikel yang diangkat pada rubrik ini dipilih berdasarkan kualitas keberitaan, sumber yang terpercaya, dan fungsinya bagi khalayak. Anda dapat mengikuti topik-topik terkait di aplikasi Kurio.

Related Post