Bytes of the Week: News & Business (26 September-2 Oktober 2015)
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Bytes of the Week Bytes of the Week: News & Business (26 September-2 Oktober 2015)

Bytes of the Week: News & Business (26 September-2 Oktober 2015)

Selamat pagi! Banyak berita penting yang terjadi di Indonesia dan dunia selama seminggu ini. Berikut lima di antaranya yang mungkin Anda lewatkan.

Lagi-lagi, penembakan terjadi di Amerika. Obama berang!
Belasan orang tewas akibat penembakan yang terjadi jelang akhir pekan di sebuah kampus Oregon, Amerika Serikat. Pelaku, Chris Harper, 26 tahun, tewas usai baku tembak dengan polisi. Tak lama kemudian, Barrack Obama memberikan pernyataan usai penembakan tersebut. Ini adalah pernyataan ke-15  selama menjabat sebagai presiden, terkait dengan penembakan massal. Ia kesal, “Kejadian seperti ini telah menjadi rutinitas. Kita bisa berbuat sesuatu buat mengatasinya, tapi untuk itu kita wajib lebih dulu mengubah hukum (kepemilikan senjata).” Ia menyatakan kasus penembakan di Amerika telah masuk sebuah titik di mana pemikiran dan doa tak lagi cukup untuk menangkal. (via Merdeka.com)

Salim Kancil, petani aktivis penolak tambang liar dibunuh secara sadis.
Di umurnya yang ke-52, Salim Kancil harus meregang nyawa dengan cara yang mengenaskan. Oleh puluhan orang, ia diseret ke Balai Desa Selok Awar-awar, Lumajang, Jawa Timur, kemudian disiksa dengan berbagai senjata. Tak ada satu pun warga yang bisa menghentikan aksi tersebut, tak juga polisi. Salim tewas dengan cara tak beradab, satu rekan lainnya, Tosan yang juga ikut dianiaya, yang kini harus dirawat di rumah sakit. Polisi memaparkan alasan mengapa warga menyiksa Salim, “Berarti mereka tidak punya hati nurani sampai melakukan perbuatan seperti itu,” ujar Kepala Kepolisian Resor Lumajang, Ajun Komisaris Besar Fadly Munzir Ismail. (via Tempo.co)

Jokowi keluarkan sekuel paket kebijakan ekonomi.
Setelah merilis paket kebijakan ekonomi pada awal September, Presiden Joko Widodo menambahkan paket kebijakan yang bersifat praktikal. Tujuannya adalah meningkatkan investasi di Indonesia. Antara lain meliputi kemudahan layanan investasi, penihilan dan pengurangan pajak di sejumlah aspek, serta perampingan izin, terutama di sektor kehutanan. Paket kebijakan ekonomi adalah bentuk penanggulangan ancaman krisis yang diprediksi menyerang Indonesia. Salah satu indikasinya adalah nilai tukar rupiah yang makin hari makin melorot. (via Tempo.co)

Proses identifikasi dan evakuasi jenazah korban Tragedi Mina terkendala.
Hampir dua pekan usai Tragedi Mina, jumlah korban asal Indonesia bertambah. Mereka yang hilang juga belum kunjung ditemukan, hingga pencarian perlu diperluas sampai Mekkah. Proses pencarian cukup sulit, ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil, “Foto tersebut tidak disertai dengan identitas atau instrumen yang bisa menjadikan kita mengenali korban. Sehingga diperlukan waktu,” ujarnya. Selain itu, ada empat prosedur identifikasi korban haji yang mesti ditaati. Antara lain meliputi koordinasi antar pemerintah, pencocokan data jemaah, pencocokan data dan foto korban, serta kehati-hatian saat proses identifikasi. (via Viva.co.id)

Kabut asap makin parah, perekonomian Indonesia terancam.
Tak ada asap kalau tak ada api. Kebakaran hutan di Indonesia mesti segera ditanggulangi, jika tidak, asap yang menjadi ekses kebakaran lambat laun akan mengancam perekonomian Indonesia. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin memperkirakan, akan terjadi penurunan pada sektor transportasi udara akibat peristiwa kabut asap yang melanda daerah Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Selain itu, sektor yang juga terdampak antara lain sektor perkebunan dan proses distribusi barang. “Pendapatan daerah tentu terganggu dari pengiriman ekspor komoditas perkebunan yang terhenti akibat kabut asap. Produksi pun terganggu, di samping anjloknya harga komoditas ini,” ujarnya. (via Liputan6.com)

Bytes of the Week adalah rangkuman lima berita paling menarik setiap minggunya yang dikurasi oleh tim kurator Kurio. Artikel yang diangkat pada rubrik ini dipilih berdasarkan kualitas keberitaan, sumber yang terpercaya, dan fungsinya bagi khalayak. Anda dapat mengikuti topik-topik terkait di aplikasi Kurio.

Related Post