Kurio Lunch Break: 5 Kontroversi DPR Selama 2015
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Kontroversi DPR Selama 2015

Kurio Lunch Break: 5 Kontroversi DPR Selama 2015

Dewan Perwakilan Rakyat belum genap setahun bekerja. Namun kontroversi yang dihadirkannya sudah mulai kewalahan jika dihitung dengan jari. Kami ringkas hal-hal paling kontroversial dalam Kurio Lunch Break siang ini:

1. Usulan program pembangunan daerah pemilihan (UP2DP) lahirkan kontroversi dana aspirasi. Dana ini kontroversial  karena pengajuan dana aspirasi hingga Rp20 miliar per anggota Dengan jumlah anggota DPR 560 orang, maka anggaran yang akan dihabiskan mencapai lebih dari Rp11 triliun, setara dengan dana yang diperlukan untuk membangun lebih dari 30.000 sekolah. Baca lengkap kontroversinya di BBC.com >

2. Merasa pengamanan dalam area Senayan minim, DPR usulkan polisi parlemen. Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa di DPR, Lukman Edy menilai, wacana penyediaan Polisi Parlemen tidak mendesak. Jika terkait dengan keamanan, cukup menambah personel pengamanan. “Nggak perlu (Polisi Parlemen). Kita aman-aman saja kok. Pengamanan objek vital sudah ada. Ada Pamdal.” Baca lengkap beritanya di Viva.co.id >

3. Megaproyek DPR, pembangunan gedung baru senilai Rp 2,7 triliun. Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Harmonis menyangkan sikap dewan tersebut. Menurutnya, dalam suasana pelemahan ekonomi yang menghantam Indonesia saat ini, tidak pantas lembaga yang mengataskan wakil rakyat malah minta gedung baru. Baca lengkap beritanya di RMOL.co >

4. Minta kenaikan tunjangan kerja. Manager Advokasi dan Investigasi Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Apung Widadi menduga adanya kongkalikong antara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan elit DPR dalam proses kenaikan tunjangan. Baca lengkap beritanya di CNNIndonesia.com >

5. Jangan lupa! Terakhir dan masih hangat, kehadiran Setya Novanto dan Fadli Zon dalam kampanye Donald Trump. Donald Trump melakukan konferensi pers pada Kamis 3 September, di Trump Tower, New York City, AS. Peristiwa tersebut direkam kamera. Dan, terlihatlah sosok yang familiar bagi rakyat Indonesia. Baca ulang kisah kehadiran keduanya di Amerika dalam Liputan6.com >

Related Post