Kurio Early Brief: Hari Kesaktian Pancasila, Salim Kancil, dan Plesiran DPR
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Early Brief Kurio Early Brief: Hari Kesaktian Pancasila, Salim Kancil, dan Plesiran DPR

Kurio Early Brief: Hari Kesaktian Pancasila, Salim Kancil, dan Plesiran DPR

1. Hari Kesaktian Pancasila, Jokowi pimpin upacara dan kunjungi Lubang Buaya.  Upacara dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB. Setibanya di lapangan upacara, Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama itu langsung naik ke atas panggung. Baca lengkapnya di Liputan6.com >

2. Anggota DPR dianggap sering pelesiran. Apa kata Setya Novanto? Ia membantah, menurutnya, seluruh kunjungan pimpinan DPR terjadwal sejak jauh hari. “Itu semua sudah melalui timetable yang ada, semuanya kita bagi tugas di antara pimpinan,” kata Setya. Baca lengkap beritanya di Metrotvnews.com >

3. Pembunuhan Salim Kancil, polisi diminta juga seret Kepala Desa Selok Awar-Awar sebagai pembunuh. Sang kades, Hariyono, memang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi selepas insiden penganiayaan dua petani, hingga menyebabkan salah satu di antaranya tewas yakni Salim Kancil. Namun, dia hanya dijerat tindak pidana penambangan liar, dan dianggap melanggar undang-undang Minerba. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >

4. MK kabulkan gugatan tentang calon tunggal dan calon independen, apa reaksi Ahok? Ia mengatakan sangat tertarik dan mengapresiasi keputusan yang dianggap sangat negarawan. Sistem setuju dan tidak setuju bagi calon tunggal akan mengurangi aksi suap. Calon yang ingin maju dan memiliki uang tidak bisa menyuap calon lainnya untuk mundur. “Bisa kacau dong, bila ada yang bertindak begitu. Makanya ini keputusan yang sangat baik menurut saya.” Baca lengkap beritanya di Tempo.co >

5. Politisi PDI-Perjuangan dilaporkan ke polisi, tapi ia tak takut. Apa alasannya? Merasa tak melakukan kesalahan penecamaran nama baik yang dituduhkan RJ Lino, ia semakin yakin laporan tersebut tak berefek kepada dirinya lantaran masih sebagai anggota DPR. “Hehe, dalam melaksanakan tugas DPR tidak bisa dipidana (Hak Imunitas DPR, pasal 224 UU MD3),” pungkas pelapor Masinton Pasaribu. Baca berita lengkapnya di Merdeka.com >

Related Post