Kurio Lunch Break: 5 Cerita Usai Kepergian Salim Kancil
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Cerita Usai Kepergian Salim Kancil

Kurio Lunch Break: 5 Cerita Usai Kepergian Salim Kancil

Salim Kancil meregang nyawa, ia dianiaya lebih dari 40 orang karena memperjuangkan hak warga di Selok Awar-Awar, Lumajang, Jawa Timur. Presiden ikut berkomentar terkait hal ini, Kapolri pun sampai dicecar Komisi III akibat kasus ini. Kami ringkas 5 kisah usai kepergian petani sekaligus aktivis yang nyawanya dihargai lebih murah dari tambang liar di Lumajang:

1. Salim kancil, martir perlawanan mafia tambang liar. Presiden sampai secara khusus berkomentar terkait kasus ini. “Presiden sudah minta Kapolri untuk mengusut pelaku penganiayaan. Saya kira kemarin sudah ditetapkan sejumlah tersangka. Kami kantor KSP akan memantau terus penyelesaiannya,” kata Kepala Staf Presiden Teten Masduki. Baca lengkap perkembangannya di Merdeka.com >

2. Kapolri sampai dicecar DPR akibat lalai mengantisipasi terjadinya kasus Salim. “Kapolri akan diberi tahu untuk menyelesaikan kasus ini secara tuntas. Kita akan tanya sudah sampai mana pengusutannya. Sebab, ada permainan korporasi dengan modus mengusir petani demi mengincar ladangnya,” kata Anggota Komisi III Wenny Warouw. Baca lengkap di Merdeka.com >

3. Sempat diteror semasa hidup, Salim sempat lapor ke polisi, namun diabaikan.  “Polisi di kantor polisi. Sekarang sedang mengungkap kenapa pembantaian itu bisa terjadi,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengelak saat berkomentar alfanya polisi saat pembantaian terjadi. Baca di Merdeka.com >

4. Mengapa tambang pasir di Selok Awar-Awar, Lumajang ditolak warga? “Jalan kan milik masyarakat umum, kalau sudah bawa pasir itu nguasai jalan. Truk pasir ini malah milih jalan yang bagus. Kalau ada warga lewat disuruh minggir, dia lewat jalan yang bagus,” kata warga Abdul Hamid. Baca alasan lengkapnya di Merdeka.com >

5. Lalu, apakah benar Salim Kancil kebal senjata, sehingga harus dikeroyok 40 orang lebih? “Enggak tahu itu keajaiban Allah. Semua yang punya kesaktian itu Allah. Karena tujuan kita bagus, bukan anarkis payungnya Allah. Murni gerakan masyarakat anti tambang karena merusak lingkungan,” ujar warga Abdul Hamid. Baca lengkap di Merdeka.com >

 

Related Post