Bytes of the Week: News (19-25 September 2015)
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Bytes of the Week Bytes of the Week: News (19-25 September 2015)

Bytes of the Week: News (19-25 September 2015)

Selamat pagi! Banyak berita penting yang terjadi di Indonesia dan dunia selama seminggu ini. Berikut lima di antaranya yang mungkin Anda lewatkan.

In this image posted on the official Twitter account of the directorate of the Saudi Civil Defense agency, rescuers respond to a stampede that killed and injured pilgrims in the holy city of Mina during the annual hajj pilgrimage on Thursday, Sept. 24, 2015. (Directorate of the Saudi Civil Defense agency via AP) MANDATORY CREDIT
In this image posted on the official Twitter account of the directorate of the Saudi Civil Defense agency, rescuers respond to a stampede that killed and injured pilgrims in the holy city of Mina during the annual hajj pilgrimage on Thursday, Sept. 24, 2015. (Directorate of the Saudi Civil Defense agency via AP) MANDATORY CREDIT

‘Kembalinya’ tragedi Mina.
Sederetan musibah seakan tak henti terjadi di Tanah Suci; crane yang jatuh, pondok haji terbakar, tenda rubuh. Kamis (24/9) lalu berita duka hadir lagi, sebanyak 717 jemaah meninggal dunia setelah berdesakan di Mina, ketika menuju lokasi jumrah. Pihak otoritas keamaan Arab Saudi sudah membentuk tim investigasi terkait ini, sementara kedutaan Republik Indonesia terus memantau perkembangan situasi, khususnya soal jemaah Indonesia yang menjadi korban pada insiden tersebut. (via Viva.co.id)

Beristirahatlah dalam damai, Adnan Buyung Nasution.
Tanah Air kehilangan sosok yang disegani di bidang hukum, Adnan Buyung Nasution. Sang pengacara senior itu berpulang setelah lama mengalami gagal ginjal pada Rabu (23/9) lalu di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Selama hidupnya, Buyung dikenal lebih dari sekadar pengacara. Namanya lebih dikenang sebagai pejuang demokrasi di era Indonesia modern. Tepat sebelum meninggal pun, Buyung sempat menuliskan wasiat terakhir yang mengharukan. (via Liputan6.com, Tempo.co)

Gayus, si tahanan bandel.
Seperti tak kapok-kapok, Gayus Tambunan terlihat sedang ‘asyik’ makan di restoran, padahal statusnya masih terpidana kasus penggelapan pajak. Akibat ulahnya ini, Gayus dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dan ditempatkan di ruang khusus. Kementerian Hukum dan HAM berang gara-gara ulahnya. Tak cuma memindahkan, Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham akan merekomendasikan sanksi berat bagi dua pengawal Gayus. (via Sindonews.com)

Pemerintah tak akan meminta maaf pada korban G 30S.
Dalam pertemuannya dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah, Selasa (22/9) lalu, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah tak akan meminta maaf kepada korban G 30S. Tak dijelaskan alasannya, Presiden cuma menjelaskan, kalau ‎meminta maaf artinya pemerintah akan berhadapan dengan organisasi massa seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, serta TNI. Permintaan maaf ini dianggap sebagai upaya non yudisial rekonsiliasi pelanggaran HAM. (via Tempo.co)

PM Najib Razak terlibat dugaan korupsi.
Baru-baru ini sebuah unit Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyelidiki kegiatan korupsi yang bersifat internasional. Nama perdana menteri Malaysia, Najib Razak disebut berkat adanya transaksi properti di Amerika Serikat yang dilakukan oleh anak tiri dan kerabat dekatnya. Uang sebanyak 681 dolar AS yang masuk ke rekening Najib juga diusut. (via Republika.co.id)

Bytes of the Week adalah rangkuman lima berita paling menarik setiap minggunya yang dikurasi oleh tim kurator Kurio. Artikel yang diangkat pada rubrik ini dipilih berdasarkan kualitas keberitaan, sumber yang terpercaya, dan fungsinya bagi khalayak. Anda dapat mengikuti topik-topik terkait di aplikasi Kurio.

Related Post