Bytes of the Week: News (12-18 September 2015)
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Bytes of the Week Bytes of the Week: News (12-18 September 2015)

Bytes of the Week: News (12-18 September 2015)

Selamat pagi! Banyak berita penting yang terjadi di Indonesia dan dunia selama seminggu ini. Berikut lima di antaranya yang mungkin Anda lewatkan.

Ahmed Mohamed. (Vernon Bryant/The Dallas Morning News/Corbis)
Ahmed Mohamed. (Vernon Bryant/The Dallas Morning News/Corbis)

#IStandwithAhmed, bukti kemuakan dunia pada prejudisme.
Karena jam yang dibuatnya dianggap mirip bom, Ahmed Mohamed, seorang siswa sekolah di Texas, Amerika Serikat, ditangkap polisi di sekolahnya. Penangkapan Ahmed dianggap sebagai bentuk stigma terhadap Ahmed yang ‘berbeda’. Wacana Islamofobia pun naik lagi ke permukaan. Internet ‘melawan’ dengan tagar #IStandwithAhmed dengan memberikan simpati dan semangat untuknya. Figur publik, dari seleb biasa sampai Obama pun bereaksi. (via Tempo.co, Beritagar.id)

Chile diguncang gempa dahsyat.
Gempa berkekuatan 8,3 Skala Richter meluluhlantakkan Chile dalam sekejap. Tak hanya menggoyang daratan, gelombang setinggi 4,5 meter pun terjadi di pesisir, yang memicu dikeluarkannya peringatan tsunami. Sejauh ini sudah 12 orang tewas karena tragedi ini. Sementara, peringatan tsunami sudah dicabut walau warga tetap diimbau untuk berhati-hati. (via Kabar24, MetroTVNews.com, )

Musibah demi musibah di Tanah Suci.
Sebanyak 107 calon haji meninggal usai crane di Masjidil Haram, Mekah, jatuh. Menurut pengadilan di Arab Saudi, crane roboh karena bencana alam. ‘’Angin kencang dikombinasikan dengan pelanggaran standar keselamatan mengenai posisi crane menyebabkan tragedi itu,’’ kata pengadilan kerajaan Arab Saudi. Para calon haji dari berbagai negara akan disantuni sebesar 1 juta riyal oleh Arab Saudi. ‘’Pembayaran asuransi tidak hanya dibatasi untuk jamaah ibadah haji, tetapi mencakup semua korban, terlepas dari kebangsaan dan statusnya,” ujar sumber dari pihak kerajaan. Tak selesai di situ, Rabu malam (16/7) terjadi musibah lainnya; kebakaran di pondokan haji Indonesia. Insiden ini diduga berasal dari rice cooker salah satu jemaah yang ditinggal dalam keadaan menyala. Sebanyak 1.028 jemaah Asia dievakuasi karena kejadian ini. (via Republika.co.id, Tempo.co)

Pulang dari Amerika, Setya Novanto ditunggu Mahkamah Kehormatan Dewan.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI, Setya Novanto pekan ini harus sedikit lebih sibuk meladeni pertanyaan publik. Melalui wartawan, masyarakat ingin menanyakan langsung apa motifnya dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat, mengapa ia sempat menemui pengusaha Donald Trump? Setya mengaku diundang secara pribadi oleh Donald Trump. “Dia yang menghubungi saya untuk menyempatkan diri berkunjung ke gedung miliknya. Pertemuan itu lebih bersifat spontan.” Ia sekaligus membantah bila pertemuannya difasilitasi oleh Hary Tanoe. “Suatu perbincangan yang menurut saya sangat penting, mengingat saat ini perekonomian Indonesia sedang melambat, sehingga membutuhkan pertumbuhan yang salah satunya bersumber dari investasi,” katanya (via Tempo.co)

Bebasnya sandera WNI di Papua Nugini.
Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali beraksi, mereka menyandera dua warga Indonesia  di Papua Nugini. Tentara Nasional Indonesia siap membebaskan para sandera, namun mereka terkendala dengan birokrasi pemerintahan di Papua Nugini. OPM coba sandera empat orang. Satu tewas, satu luka, dan dua lainnya yakni Sudirman (28 tahun) dan Badar (20 tahun) diculik. Mereka jadi prioritas utama penyelamatan. Kasus serupa terjadi pada 1996, kala itu 12 peneliti dari berbagai negara disandera OPM. Upaya pembebasan warga dipimpin langsung oleh Prabowo Soebianto. Setelah 130 hari disandera, para peneliti bisa menghirup napas lega. Kabar baik hadir pada Kamis (17/9), kedua WNI dibebaskan setelah negosiasi yang alot. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa kelompok penyandera memiliki hubungan dengan pegiat hak asasi manusia. (via Merdeka.com, Beritagar.id)

Bytes of the Week adalah rangkuman lima berita paling menarik setiap minggunya yang dikurasi oleh tim kurator Kurio. Artikel yang diangkat pada rubrik ini dipilih berdasarkan kualitas keberitaan, sumber yang terpercaya, dan fungsinya bagi khalayak. Anda dapat mengikuti topik-topik terkait di aplikasi Kurio.

Related Post