Kurio Lunch Break: 5 Cerita terkait Penyanderaan WNI di Papua
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Cerita terkait Penyanderaan WNI di Papua

Kurio Lunch Break: 5 Cerita terkait Penyanderaan WNI di Papua

Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali beraksi, mereka menyandera dua warga Indonesia  di Papua Nugini. Tentara Nasional Indonesia siap membebaskan para sandera, namun mereka terkendala dengan birokrasi pemerintahan di Papua Nugini. Lima cerita upaya pembebasan dua warga Indonesia tersebut, kami ringkas dalam lima cerita singkat:

1. OPM coba sandera empat orang. Satu tewas, satu luka, dan  dua lainnya yakni Sudirman (28 tahun) dan Badar (20 tahun) diculik. Mereka jadi prioritas utama penyelamatan. “Menurut angkatan bersenjata PNG kedua WNI dalam kondisi baik. Karena itu, dalam upaya penanganan, kami telah meminta keselamatan kedua WNI menjadi prioritas utama,” ujar Elmar Lubis, Konsul RI Vanimo. Baca lengkap di Merdeka.com >

2. Belum ada kontak upaya barter sandera. “Belum diketahui dengan pasti apa motif dari para penyandera,” ujar Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian. Baca lengkap beritanya di Republika.co.id >

3. Skenario pembebasan sudah disiapkan. “TNI kan tidak mempunyai kewenangan, kita tunggu saja hasilnya. Mereka minta pembebasan apakah TNI punya kewenangan, tidak,” ujar Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Baca lengkap di Okezone.com >

5. “Lima menit selesai!” TNI optimis butuh waktu singkat untuk bebaskan sandera di Papua Nugini. “Kalau brak bruk saja 5 menit juga selesai kok, cuma kita tidak mau, karena kita menghormati kedaulatannya PNG dan kita tidak ingin ada korban baru lagi dari WNI kita, maka pembebasannya first negotiation dan diserahkan ke PNG army,” Kapuspen TNI Mayjen Endang Sodik. Baca lengkap beritanya di Lacak.id >

4. Kasus serupa terjadi pada 1996, kala itu 12 peneliti dari berbagai negara disandera OPM. Upaya pembebasan warga dipimpin langsung oleh Prabowo Soebianto. etelah 130 hari disandera, para peneliti bisa menghirup napas lega. Mereka bisa pulang ke rumah dengan selamat. Prabowo dan pasukannya panen pujian dari internasional. Bukan perkara mudah membebaskan sandera di tengah hutan Papua yang begitu lebat. Baca lengkap di Merdeka.com >

 

Related Post