Kurio Lunch Break: 5 Hal tentang Tukar Posisi Budi Waseso dan Anang Iskandar
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Hal tentang Tukar Posisi Budi Waseso dan Anang Iskandar

Kurio Lunch Break: 5 Hal tentang Tukar Posisi Budi Waseso dan Anang Iskandar

Selamat tinggal Komisaris Jenderal Budi Waseso, setelah beberapa bulan menjabat (–dan banyak membuat kontroversi), akhirnya posisi Kabareskrim resmi ditinggalkannya. Ia dimutasi menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional. Posisinya ditukar dengan Komjen Anang Iskandar. Apa saja hal menarik yang perlu diketahui dari ‘pergantian pemain’ ini, simak lima hal berikut ini:

1. Dimutasi dari jabatan, Komjen Budi Waseso anggap sebagai reward. “Saya menurut info jadi kepala BNN langsung di bawah presiden. Jadi ini reward. Ini wujud nyata enggak ada dilengserkan,” katanya. Apa lagi kutipan menariknya, baca lengkap di Merdeka.com >

2. Buwas legowo digantikan Anang Iskandar. “Saya kira pengganti saya orang terpilih, terbaik. Saya yakin pengganti saya bisa. Pasti Wanjakti menilai seseorang layak atau tidak jadi Kabareskrim. Pasti lebih hebat,” ucapnya. Baca lengkap komentarnya di Tribunnews.com >

3. Siapa Anang Iskandar, pengganti Buwas sebagai Kabareskrim? Anang Iskandar lahir di Mojokerto, Jawa Timur pada 18 Mei 1958. Pria berusia 57 tahun itu lahir dari pasangan Raunah dan Suyitno Kamari Jaya yang merupakan seorang tukar cukur rambut. Anang mengaku mewarisi darah seni dari ayahnya yang merupakan tukang cukur rambut. Sejak kelas kelas 4 SD ia sudah mulai dikenalkan alat–alat potong rambut. Baca profil lengkapnya di Republika.co.id >

4. Kata politikus PDI-Perjuangan, Budi Waseso adalah korban kekuasaan. “Ya, memang kasusnya ini muatan politis. Jadi mutasi Buwas bukan mutasi biasa, tapi mutasi ini akibat dari penanganan sebuah perkara. Ya, Buwas korban kekuasaan pusat-pusat bisnis,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR, Trimedya Panjaitan. Baca lengkap komentarnya di Viva.co.id >

5. Di pos baru, gebrakan Budi Waseso jangan berhenti. “Pak Budi Waseso bisa lebih fokus tangani narkoba, gebrakan beliau dibutuhkan,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Anton Charliyan. Baca lengkap pernyataan resmi Polri tentang mutasi Budi Waseso di Tempo.co >

Related Post