Kurio Lunch Break: Langkah Jokowi Kuatkan Rupiah
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: Langkah Jokowi Kuatkan Rupiah

Kurio Lunch Break: Langkah Jokowi Kuatkan Rupiah

Jokowi dikabarkan sedang menyiapkan kebiijakan besar demi memperkuat rupiah. Kalangan dalam istana menyebut kebijakan tersebut sedang digodok dan bisa jadi sudah diumumkan pekan depan:

1. Rencana Jokowi tersebut disampaikan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution. “Ini menyangkut sektor riil, keuangan, ada yang menyangkut deregulasi, ada yang menyangkut kebijakan baru, tax holiday. Nanti malah akan dijelaskan oleh Menkeu jam 12.30 WIB,” ujarnya. Baca lengkap paparannya di Sindonews.com >

2. Lalu bagaimana pergerakan rupiah hari ini? Kurs rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Kamis pagi turun tujuh poin dari posisi terakhir kemarin menjadi Rp14.140 per dolar AS. Mengapa rupiah belum juga menguat, baca pengamatan ekonom di Antaranews.com >

3. Menanggapi situasi ini, Bank Indonesia minta masyarakat tidak panik. “Jadi kalau dilihat dari itu, sebetulnya kita tidak perlu terlalu khawatir. Memang yang harus kita tekankan ke depan itu bagaimana mengurangi impor. Karenanya pengusaha diminta coba lihat apa produk impor yang bisa buat di sini,” ungkapKepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Peter Jacobs. Baca lengkap di Metrotvnews.com >

4. Di tengah anjloknya rupiah, apa investasi paling tepat? Perencana Keuangan, Budi Frensidy, mengatakan ada dua investasi terbaik di zaman susah saat ini yaitu makanan dan pendidikan. Pasalnya, kedua sektor tersebut tidak mengenal krisis. Baca lengkap beritanya di Okezone.com >

5. Namanya juga dunia ketiga. Di tengah situasi kritis seperti ini, malah beredar isu: Pelemahan rupiah akibat BUMN nakal. “Kami dapat masukan dari sektor yang mengurus gas. Kenapa itu BUMN masih jualnya pakai dollar. Transaksi Pelindo II di pelabuhan juga masih pakai dollar. Jadi yang bandel ini justru BUMN. Jadi kurang fair-lah kalau kita sendiri tidak percaya rupiah, lalu bagaimana?” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi Sukamdani. Baca lengkap tudingannya di Tribunnews.com >

 

Related Post