Kurio News Bite: Apakah Rupiah Masih Terus Jeblok?
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home News Bite Kurio News Bite: Apakah Rupiah Masih Terus Jeblok?

Kurio News Bite: Apakah Rupiah Masih Terus Jeblok?

Hari ini, rupiah menyentuh angka 14.100 per dolar AS. Apa langkah pemerintah dan bagaimana nasib rupiah selama sepekan ke depan? Kami rangkumkan lima artikel terkait ‘Nasib Rupiah’ dalam lima poin berikut >

1. Nilai tukar tembus Rp 14 ribu, pemerintah didorong siapkan rencana darurat. Melemahnya rupiahmemang tak lepas dari fenomena ekonomi global dan devaluasi mata uang yuan, namun pemerintah juga harus melihat kinerja tim ekonomi dalam negeri. Baca lengkap pandangan pengamat David Sumual di BBCIndonesia.com >

2. Bank Indonesia lakukan Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA) untuk mengejar nilai dolar AS. BCSA akan diteken dengan bank sentral dari tiga negara lain untuk meredam keperkasaan dolar. Langkah ini akan diambil BI apabila tujuh kebijakan moneter yang telah dan akan dilakukannya tidak juga mampu memperkuat nilai tukar rupiah. Apa itu BCSA? Baca lengkap di CNNIndonesia.com >

3. Mengapa rupiah melemah, Jokowi sebut dua alasan ini. “Ini bukan hanya masalah internal tapi juga faktor eksternal seperti krisis di Yunani, kenaikan suku bunga di Amerika, depresiasi Yuan di Cina dan ada beberapa negara lain yang mengalami goncangan yang tidak mungkin saya sebutkan satu per satu,” tutur. Baca alasan lengkapnya di Liputan6.com >

4. Di sejumlah BUMN, ini ternyata masih banyak ‘tabungan’ dolar. “Saya punya dollar banyak banget. Saya masih punya 265 juta dollar AS, lalu sisa dividen kemarin, total-total itu saya masih punya sekitar 1,5 miliar dollar AS dan itu cash,” ujarDirut PT Pelindo II (Persero) RJ Lino. Apa strategi BUMN di tengah ambruknya rupiah? Baca lengkap di Kompas.com >

5. Namun ada dampak positif di balik menguatnya dolar, wisata dalam negeri bergairah. “Jumlah wisatawan meningkat 11 persen pada semester pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra. Baca lengkap beritanya di Republika.co.id >

 

Related Post