Kurio News Bite: 4 Agustus 2015
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home News Bite Kurio News Bite: 4 Agustus 2015

Kurio News Bite: 4 Agustus 2015

1. Dahlan Iskan menang praperadilan, status tersangka dicabut. Bagaimana tanggapan kejaksaan? “Ya, kami ketawa sajalah. Tapi saya pesankan pada anak-anak saya, para jaksa, agar tetap semangat jalan terus,” ujar Jaksa Agung Prasetyo. Baca lengkap beritanya di Tempo.co >

2. Haji Lulung jadi tersangka, pengacara cek kabar ke polisi. “Saya mewakili Haji Lulung sebagai kuasa hukum, saya diminta mengklarifikasi dan memastikan ke Bareskrim apakah benar beliau telah dijadikan tersangka. Setelah di kroscek ternyata itu tidak benar,” kata  Razman Arif Nasution. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >

3. Koboi penembak mobil di Tol Jagorawi, ternyata tentara. Sudah diserahkan ke POM. Oknum Tamtama itu diserahkan ke Denpom Jakarta Timur pada Senin 2 Agustus 2015 karena diduga melakukan tindakan kriminal di KM 22 Jalan Tol Jagorawi pada Minggu 1 Agustus 2015. Tindakan kriminal tersebut berupa penembakan terhadap mobil Honda Jazz hingga kaca bagian belakangnya pecah. Baca lengkap beritanya di Okezone.com >

4. Di Surabaya lawan Risma, calon walikota ini kabur. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan geram karena Bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya, Haries Purwoko yang didukung koalisi Demokrat dan PAN hilang saat hendak mendaftar di KPUD Surabaya. Padahal pihaknya sudah menunggu Haries untuk kembali sampai tengah malam jelang penutupan pendaftaran di KPUD Surabaya. “Kita marah juga dan nunggu sampai jam 12 malam. Ketua DPC nunggu sampai jam 6 sore. Kita enggak tahu apa dapat ancaman atau apa,” kata Zulkifli. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >

5. Sinyal damai? KPK dan polisi kerjasama urusi korupsi kroco polisi. “Jadi kita kerja sama dengan KPK dalam rangka mengoptimalkan pengumpulan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). Jadi ini salah satu upaya untuk mencegah tindak pidana korupsi (di lingkungan Polda Metro Jaya),” ujar Inspektur Pengawas Daerah Polda Metro Jaya, Kombes Didit Prabowo. Baca lengkap di Liputan6.com >

Related Post