Kurio News Bite: 31 Juli 2015
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home News Bite Kurio News Bite: 31 Juli 2015

Kurio News Bite: 31 Juli 2015

1.Panitia seleksi minta bantuan polisi untuk lacak rekam jejak calon pimpinan KPK. “Dari ketua Pansel KPK dan tim datang untuk menindaklanjuti untuk menelusuri calon pimpinan KPK yang saat ini sedang diseleksi,” kata Budi Waseso. Menurutnya, Pansel Capim KPK sebelumnya telah mengirimkan surat kepada Kapolri dalam upaya tracking peserta Capim KPK berjumlah 48 orang. Namun, Kapolri menyerahkan urusan tracking kepada Kabareskrim untuk melanjutkan. Perkembangan pemilihan calon pimpinan KPK, baca lengkap di Merdeka.com >

2. Perang pilkada di daerah belum mulai, PDI-Perjuangan sudah tuding parpol lain licik. Menurut Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto , adanya manuver politik itu diduga sengaja dilakukan karena tidak mau bersaing dengan calon petahana yang mempunyai peluang besar meraih kemenangan. “Partai-partai yang tidak menggunakan kewajiban konstitusionalnya sehingga tidak mencalonkan hanya karena kepala daerah (incumbent) memiliki legitimasi yang kuat karena kerja kerakyatan yang kuat. Kami anggap partai tersebut tidak memiliki suatu mekanisme untuk menyiapkan calon pemimpin,” papar Hasto. Baca lengkap pernyataan panas Hasto di Merdeka.com >

3. Botol kemasan asal Indonesia ditemukan di puing diduga MH370. Tak hanya koper compang-camping yang ditemukan di dekat objek diduga bagian sayap Malaysia Airlines MH370. Dua botol plastik juga tersapu ombak ke pantai Pulau La Reunion di pesisir Samudra Hindia. Keduanya adalah botol air mineral berkapasitas 550 ml asal China, dan kemasan pembersih pakaian merek Indonesia berwarna biru. Apa benar puing yang ditemukan di timur Pulau Madagaskar itu bagian MH370? Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

4. Kemarin BPJS dipermasalahkan, sekarang NU bahas hukum bakar kapal. Menteri Susi berkomentar terkait hal ini. Menurut pendiri Susi Air itu, pembakaran kapal merupakan cara yang efektif  untuk memberikan efek psikologis bagi pelaku pencurian ikan (illegal fishing). “Ini untuk memukul psikologis mereka dan memberikan efek jera,” ujar Susi. Apakah pembakaran kapal oleh Menteri Susi jadi polemik baru? Baca beritanya di Tempo.co >

5. Mata uang Indonesia kembali ambruk. Rupiah seakan hilang semangat juangnya dan akhirnya ambruk di atas Rp13.500 per USD. Menurut Bloomberg, Jumat (31/7/2015) sore nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.539 per USD. Sedangkan menurut data Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.542 per USD. Sementara menurut Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.481 per USD. Baca lengkap beritanya di Metrotvnews.com >

Related Post