Kurio Lunch Break: 31 Juli 2015
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 31 Juli 2015

Kurio Lunch Break: 31 Juli 2015

1. Indonesia punya peran penting di kancah politik dunia. Kini Indonesia punya rencana kerjasama nuklir dengan Iran. Menurut Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Politik Dewi Fortuna Anwar teknologi nuklir yang akan digunakan dipastikan bertujuan untuk perdamaian. Baca lengkap beritanya di Tempo.co >

2. Mantan narapidana boleh lho nyalon lagi jadi kepala daerah. Setidaknya ada enam orang calon kepala daerah yang pernah merasakan hidup di balik jeruji besi penjara. Mereka semuanya terlibat kasus korupsi saat menjabat sebagai pejabat publik di daerahnya masing-masing. Daftar lengkapnya bisa dibaca di Merdeka.com >

3. Daftar yang ini tak hanya perlu diingat, tapi juga perlu dicatat, siapa tahu suatu saat namanya melambung jadi Panglima TNI, Menteri, atau bahkan Presiden seperti Susilo Bambang Yudhoyono. Inilah daftar empat perwira tentara terbaik tahun ini: Keempat perwira muda itu terdiri dari 3 Akmil, Letda Inf Angger Panduyudha, Letda Laut (P) Adyksa Yudistira, dan Letda Tek Dito Sigit Kuncoro. Dan satu dari Akpol, yaitu Ipda Fauzi Pratama. Baca lengkap tentang mereka di Liputan6.com

4. Kembali panas, perseteruan Ahok lawan DPRD DKI Jakarta. Kali ini masalahnya adalah permintaan DPRD terkait pertanggungjawaban Ahok terkait APBD Jakarta. Menurut DPRD, anggaran Jakarta yang dikelola Ahok, bodong. Gubernur Jakarta itu menjawab singkat tapi nylekit, “Oknum-oknum DPRD itu gobloknya minta ampun yang nuduh seperti itu, jadi saya bisa buktikan,” kata dia sambil tertawa. Perkembangan Ahok vs DPRD, baca lengkap di Republika.com >

5. Stop sementara polemik Gojek vs ojek pangkalan! Baca kisah mengharukan pengojek korban salah tangkap ini. Dedi, nama pengojek tersebut akhirnya bisa menghirup udara bebas pekan ini. Ia sempat menghabiskan 10 bulan masa hidupnya di LP Cipinang. Ia dituduh melakukan pembunuhan yang tak pernah ia lakukan. Hal tersebut bisa dibuktikan oleh LBH Jakarta hingga akhirnya bisa membebaskan Dedi dari dalam bui. Makin naas, selama ditahan karena jadi korban salah tangkap, anak Dedi meninggal karena mengalami gizi buruk. Baca lengkap kisahnya di Merdeka.com >

Related Post