Kurio Lunch Break: 29 Juli 2015
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 29 Juli 2015

Kurio Lunch Break: 29 Juli 2015

1. KPK geram, OC Kaligis minta ditembak mati. Pengacara kondang itu menolak diperiksa,  KPK menilai, OC Kaligis tidak kooperatif menjalani proses penyidikan kasus suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. “Penyidik menilai bahwa sikap pak OCK tidaklah kooperatif,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha. Langkah apa yang akan diambil KPK selanjutnya? Baca lengkap di Merdeka.com >

2. Fadli Zon kritik Ahok yang beri uang suap untuk aparat. Politikus Gerindra itu heran dengan sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berencana menerbitkan Pergub mengatur uang saku untuk prajurit TNI dan personel Polri yang diperbantukan di wilayah ibu kota. Fadli menilai, hal tersebut tidak tepat sasaran karena TNI/Polri sudah menerima gaji dari pemerintah. Apalagi, uang saku dari Ahok tersebut bersumber dari APBD DKI Jakarta. “Saya kira nggak perlu ada uang saku. Saya kira bisa melanggar aturan. APBD itu ada aturannya,” kata Fadli. Mengapa Ahok beri uang saku untuk prajurit? Baca lengkap di Merdeka.com >

3. Masih tentang Ahok, hari ini ia penuhi panggilan Bareskrim terkait kasus UPS. Ia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) di sejumlah sekolah pada APBD Perubahan 2014. Dia datang sekitar pukul 10.26 WIB dengan didampingi 2 ajudannya. Ahok mengatakan, pemeriksaannya kali ini untuk memberikan keterangan selaku Gubernur. “Kepolisian kalau mau ngajuin ke pengadilan harus minta data-data masalah ini. Dia (polisi) mesti minta keterangan orang yang tahu, paham masalah ini. Salah satu yang dianggap bisa menjelaskan banyak bahan adalah saya selaku Gubernur,” kata Ahok. Bagaimana kelanjutan kasus UPS di Jakarta? Baca lengkap di Liputan6.com >

4. Jaksa Agung kembali tegaskan, sulit bebaskan Mary Jane. Sulit menurut Jaksa Agung M. Prasetyo, karena Mary Jane terbukti menyelundupkan narkoba ke Indonesia. “Misal katakan nanti pengadilan Filipina memutuskan bahwa dia korban trafficking, juga sulit untuk bebas dari hukuman di sini,” kata dia. Bagaiamana kelanjutan nasib Mary Jane? Baca lengkap di Tempo.co >

5. Di Sulawesi Utara, tiga mantan narapidana daftar jadi calon kepala daerah. Ketiganya adalah Elly Engelbert Lasut, mantan Bupati Kabupaten Talaud; Jimmy Rimba Rogi mantan Wali Kota Manado dan Vonny Panambunan, mantan Bupati Kabupaten Minahasa Utara. Dari laporan Media Indonesia, tiga nama itu tercatat sebagai peserta Pilkada di KPU Sulawesi Utara, Selasa 28 Juli. Mereka memutuskan mendaftar menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi memperbolehkan mantan narapidana ikut pilkada.  Baca lengkap persiapan pilkada serentak di Metrotvnews.com >

Related Post