Kurio Lunch Break: 27 Juli 2015
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 27 Juli 2015

Kurio Lunch Break: 27 Juli 2015

1. KPK putuskan nasib Gubernur Sumatera Utara dan istri mudanya hari ini. Lewat keterangan mereka, penyidik KPK bakal menelusuri pendanaan uang suap. Jika telah ditemukan dua alat bukti permulaan yang dianggap mencukupi, penyidik bakal menetapkan Gatot dan Evi sebagai tersangka. “Kami masih mengupayakan pengembangan kasus ini. Status dan peran Gatot-Evi sangat bergantung dari penyidikan nanti,” kata Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji. Baca lengkap beritanya di Tempo.co >

2. Sidang praperadilan, Dahlan Iskan percayakan ke Yusril. “Pak Dahlan enggak hadir, kalau praperadilan itu kan sudah dikuasakan kepada kita (kuasa hukum). Kita akan hadir,” kata kuasa hukum Dahlan, Yusril Ihza Mahendra. Dalam Gugatan praperadilan yang telah diregister dengan nomor perkara: 67/PID.PRAP/2015/PN.JKT.SEL, Dahlan menggugat Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta atas penetapannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Gardu Induk (GI) Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara tahun anggaran 2011-2013. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >

3. Kisah inspiratif dari Bogor, orang tua murid SD rela bangun subuh demi rebutan kursi terdepan di kelas. Guru SD Negeri Bojong 04, Lilis Darojah mengatakan tradisi berebut bangku di sekolah pada hari pertama masuk sekolah merupakan kepercayaan orangtua agar anaknya lebih pintar dan lebih cepat menerima pelajaran dari guru. “Padahal, sugesti itu tidak benar karena di mana pun anak mendapatkan tempat duduk, akan mendapatkan pembelajaran yang sama dari guru,” katanya. Baca lengkap di Merdeka.com >

4. Gojek tak akan dapat perlindungan khusus dari Pemprov DKI Jakarta. Terkait kasus pemukulan driver Go-Jek yang dilakukan tukang ojek, Pemprov DKI tak akan ikut campur. Pemerintah tak akan memberikan perlindungan khusus kepada driver Go-Jek. “Sebabnya apa (pemukulan)? Kalau perlindungan secara khusus dari Pemprov tidak ada. Pemukulan dan sebagainya itu sudah masuk ke penganiayaan, masuk ke ranah hukum dan kriminal,” ujar Wakil Gubenur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat. Baca lengkap beritanya di Metrotvnews.com >

5. Diospek saat orientasi, siswa silakan lapor ke Menteri. Anies mengatakan, banyak orangtua maupun siswa korban kekerasan yang diam dan mendiamkan. Padahal, kekerasan yang terjadi pada saat MOS tidak boleh didiamkan. “Jadi harus dihentikan. Laporkan jika memang terjadi kekerasan di sekolah pada saat MOS. Silakan laporkan kekerasan melalui laman www.mopd.kemdikbud.go.id,” ujar Mendikbud Anies Baswedan. Baca lengkap beritanya di Okezone.com >

Related Post