Kurio News Bite: 22 Juli 2015
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home News Bite Kurio News Bite: 22 Juli 2015

Kurio News Bite: 22 Juli 2015

1. Mesin absen Pemprov DKI Jakarta tiba-tiba mati hari pertama kerja usai libur lebaran. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menuding ada yang “bermain” dengan mesin absen. “Nah, dengan offline-nya (mesin absen). Itu suuzan aja sudah. Ini pasti ada yang mau main itu (dengan absen),” tuduh Ahok. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >


 

2. Diperiksa KPK, Gubernur Sumatera dan O.C Kaligis mengaku tak saling ‘kenal’. “Penunjukan pak OC Kaligis sebagai kuasa hukum oleh saudara Fuad, itu tidak melalui persetujuan dan atau bukan atas dorongan dari pak Gatot,” kata Kuasa Hukum Gubernur Gatot Pudjo Nugroho, Razman Arif Nasution. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >


 

3. Dua bandara tutup lagi akibat debu Gunung Raung. Penutupan bandara ini mengakibatkan sejumlah maskapai membatalkan penerbangannya. Maskapai tersebut antara lain Garuda Indonesia dan beberapa maskapai yang bernaung di bawah Lion Grup. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >


 

4. Sejak 2014, jumlah laporan kasus anak hilang berjumlah 200 korban. Catatan akhir tahun 2014 Komnas PA yang diperoleh Liputan6.com, Rabu (22/7/2015), mengungkap, “tahun 2014, Komnas Anak menerima pengaduan 196 kasus anak hilang, di mana 35 di antaranya hilang dari rumah bersalin seperti rumah sakit.” “Dari data tersebut, 6 kasus (3%) merupakan penculikan bayi , 45 kasus (23%) penculikan anak, 15 kasus (8%) anak hilang, 61 kasus (31%) penelantaran bayi dan 69 kasus (35%) penelataran anak.” Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >


 

5. Petisi copot Budi Waseso hari ini diserahkan ke Joko Widodo. Jumlah penandatangan petisi hingga hari ini sebanyak 16.338 orang. “Ada tiga petisi serupa. Kalau digabungkan jadi lebih dari 20 ribu penandatangan,” kata Penggagas petisi ‘Copot Budi Waseso’, Dahnil Anzar Simanjuntak. Baca lengkap beritanya di Tempo.co >

Related Post