Kurio Lunch Break: 7 Juli 2015
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 7 Juli 2015

Kurio Lunch Break: 7 Juli 2015

1. Jakarta darurat sahur on the road. Setelah timbulkan banyak kerusuhan, polisi akan merazia acara tahunan di bulan Ramadan itu secara besar-besaran. “Kami dan MUI memberikan tanggapan kepada SOTR di jalan yang lagi tren. Analisa kami, mungkin niat ini baik tapi nyatanya ada yang salah gunakan. Masalahnya adalah ada pada lalu lintas seperti tidak pake helm, buka kaca mobil belakang, bergerak rombongan dan membunyikan klakson. Ada juga yang duduk di atas mobil. Ada juga yang tawuran karena saling ejek. Ada yang bawa senjata,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >


2. Fadli Zon restui politik dinasti. Ia tidak mempermasalahkan kepala daerah yang mundur dari jabatan sebelum periode kepemimpinannya berakhir. Meski hal itu sengaja dilakukan demi menyiasati aturan agar anggota keluarganya dapat maju dalam pilkada. “Iya dan wajar kan kalau ada bupati yang ingin keluarganya meneruskan,” kata Fadli. Baca lengkap berita pilkada serentak di Merdeka.com >


3. Obama beri pernyataan tegas akan bikin ISIS remuk redam. Ia menyatakan Amerika akan menambahkan dukungannya terhadap kelompok oposisi berhaluan moderat Suriah. Dia menegaskan tindakan tersebut diambil demi mencegah serangan dan perekrutan anggota baru kelompok teroris ISIS. “Kita harus menjalankan hal ini untuk menghalau serangan dari mereka (ISIS),” sebut Obama. Baca lengkap berita tentang ISIS di Liputan6.com >


4. Gojek kembali dapat batu sandungan. Terakhir, didapat dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Keberadaan Gojek hingga kini tidak diatur dalam undang-undang. Namun diakui, jasa mereka memberikan manfaat bagi masyarakat. “Tidak ada rencana melegalkan, gelap-gelap saja,” ujar Ahok. Baca lengkap beritanya di Metrotvnews.com >


5. Rekonstruksi Angeline bikin Margriet Megawe tersudut. Rekonstruksi itu menghadirkan saksi Handono dan Susiani, yang pernah indekos di rumah Margriet. Mereka memperagakan sejumlah adegan keseharian Margriet dan Agus di rumah itu. Dalam rekonstruksi itu, peran Margriet sangat dominan. Selain membunuh Angeline, ia memerintahkan Agus membungkus jasad Angeline dan menguburkannya di lubang yang telah digali. Baca lengkap berita tentang pembunuhan Angeline di Tempo.co >

Related Post