Kurio Lunch Break: 26 Juni 2015
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 26 Juni 2015

Kurio Lunch Break: 26 Juni 2015

1. Masih jauh dari Pemilihan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama sudah ambil kuda-kuda. Ada kelompok bernama ‘Teman Ahok’, jauh hari sudah menyiapkan kemenangannya. “Sudah kenal beberapa, tapi belum ngobrol apa-apa sih,” kata Ahok. Baca lebih banyak tentang Ahok di Merdeka.com >


2. Masih tentang Menteri Susi Pudjiastuti, sering tenggelamkan kapal, apakah Susi suka mendapat ancaman? “Takut, ya kadang. Tapi saya percaya ini kan niat untuk memperbaiki‎ perikanan Indonesia supaya lebih baik, mengembalikan sumber daya alam Indonesia kepada pemiliknya, yaitu kita bangsa Indonesia,” terang dia. Baca lebih banyak tentang ‘Aksi Susi’ di Liputan6.com >


3. Peringkat berapa Indonesia dalam indeks negara teraman di dunia? Indeks tersebut dibuat oleh Global Peace Index dipuncaki oleh Islandia. Sementara peringkat dua dipegang oleh Denmark. Peringkat ketiga negara teraman di dunia adalah Austria. Indonesia? Cari tahu jawabannya di Metrotvnews.com >


4. Polri sedang menyelidiki sembilan kasus korupsi. Nilainya bukan main-main, capai triliunan rupiah. “Ini baru satu kasus yang besar (korupsi Migas PT TPPI) dari janji yang tiga dulu kan. Saya harus lihat dulu, ternyata berkembang sekarang sudah ada sembilan calon kasus besar lagi, nilainya triliunan semua. Kan kita nangani triliunan,” ungkap Kabareskrim Polri, Komjen Pol Budi Waseso. Baca lengkap pengusutan korupsi di Indonesia via Okezone.com >


5. Inilah menteri penyebab masuknya Revisi UU KPK ke pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat, ia dituding melebihi kewenangan Jokowi. “Kami bilang okelah. Kalau DPR mau mengajukan silakan saja. Karena kami takut nanti berlama-lama. Perpu tidak berlaku, tiga orang pimpinan tidak jadi dan bisa fatal ke pemberantasan korupsi,” ujar Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly. Baca perkembangan tentang revisi Undang-Undang KPK di Tempo.co >

Related Post