Kurio News Bite: 25 Juni 2015
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home News Bite Kurio News Bite: 25 Juni 2015

Kurio News Bite: 25 Juni 2015

1. Haji Lulung kembali diperiksa Bareskrim Polri, kali ini ia bisik-bisik nama Ahok ke telinga penyidik. “Kita harus tahu gubernur lah. Kan persetujuan anggaran disetujukan oleh dewan dan gubernur. Kan kami berlima tanda tangan dan gubernur tanda tangan,” tutur Lulung. Baca lengkap tentang dugaan korupsi UPS di Merdeka.com >


2. Pengacara Agustinus Tai, Hotman Paris Hutapea akan menggandeng dua jagoan untuk mengusut kematian Angeline. “Agus sudah jelas turut terlibat, tapi siapa pembunuh utamanya harus terungkap,” kata Hotman Paris. Baca lengkap berita terbaru tentang pembunuhan Angeline di Tempo.co >


3. Salah satu aksi perampokan terbengis terjadi di Pasar Minggu, Jakarta kemarin siang. Tak hanya ditusuk, korban juga dibakar sebelum maling menjarah uang dan barang di rumah tersebut. “Pelaku ditangkap di rumah sepupunya di Desa Sempu Indah No 85 RT 003 RW 001 Kelurahan Cipayung, Kecamatan Depok, Jawa Barat, pada Kamis 25 Juni 2015 sekitar pukul 02.45 WIB,” ujar Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti. Saat ditangkap, tersangka sedang tertidur di ruang tengah sepupunya dengan posisi uang hasil curiannya ditaruh di atas kepala sebagai bantal. Baca lengkap ‘Perampokan Sadis di Pasar Minggu’ di Viva.co.id >


4. Salah satu kota besar di Indonesia, Yogyakarta, perlu memiliki bandara baru. Ini alasannya, “Sangat mendesak (kebutuhan bandara baru), pesawat sering diputar-putar dulu sebelum mendarat,” ujar Humas Kantor Proyek Pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport Aryadi Subagyo. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >


5. Entah apa yang ada di benak Parluhutan Situmorang. Dua kali percobaan bunuh dirinya gagal, namun hari ini upayanya mengakhiri hidup tak bisa dibendung lagi. “Saat pulang tadi malam, dia mabuk. Dia sempat mengatakan jika tidak bangun pagi, maka telah meninggal dunia dan minta dikuburkan di kampung halamannya di Siborong-borong (Taput) Aku tidak punya firasat dan menyuruhnya tidur di warung,” jelas Horas. Mengapa Parluhutan ingin bunuh diri sampai tiga kali, baca alasannya di Merdeka.com >

Related Post