Kurio Lunch Break: 25 Juni 2015
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 25 Juni 2015

Kurio Lunch Break: 25 Juni 2015

1. DPR mencoba berkompromi, tak hanya pihak-pihak yang ingin ‘melemahkan’, sebaliknya yang pro-KPK pun diminta untuk beraspirasi. “Usulan dari masyarakat boleh-boleh saja. KPK boleh, masyarakat boleh, akademisi boleh. Kalau sesuai kronologi di Prolegnas, ini usulan pemerintah yang gantikan RUU pertimbangan daerah. Berdasarkan laporan Ketua Baleg, yang minta diubah jadi prioritas kan dari pemerintah,” ujar Ketua DPR Taufik Kurniawan. Baca lengkap ‘Polemik RUU KPK’ di Merdeka.com >


2. Sejumlah nama besar pegiat anti-korupsi dipercaya tak ikut mendaftar calon pemimpin KPK. Ini sejumlah alasannya: Alasan pertama, menurut bekas Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Yunus Husein adalah kondisi KPK yang sedang mengalami pelemahan. Pelemahan terhadap komisi anti-rasuah, kata Yunus, tak lepas dari minimnya komitmen DPR dan pemerintah dalam pemberantasan korupsi akhir-akhir ini pun dipertanyakan. Bahkan, dalam sejarah seleksi pimpinan KPK, tak jarang tokoh dengan reputasi baik terjegal di tingkat parlemen. Baca alasan lengkapnya di Tempo.co >


3. Dana aspirasi DPR dianggap tak banyak guna, hanya menguntungkan sejumlah pihak. “Ini tidak fair, akan untungkan incumbent sekarang, bisa kelabui publik dengan mengatakan ‘kalian dapat dana ini karena saya’,” kata Psikolog Politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk. Baca lengkap ‘Polemik Dana Aspirasi’ di Metrotvnews.com >


4. Aktor senior Roy Marten datangi KPK, ada apa? “Saya mau ketemu Johan Budi bersama dengan rombongan Kiai dari Salatiga terkait dengan sekolah,” kata Roy. Baca lengkap ihwal kedatangan Roy ke gedung anti-korupsi di Okezone.com >


5. Sebelum dihukum mati, peneror Bom Boston Dzhokhar Tsarnaev meminta maaf atas tindakannya. “Saya memohon maaf atas nyawa yang saya cabut, atas penderitaan yang saya timbulkan, untuk kerusakan yang saya lakukan,” kata Tsarnaev. Berita lengkap tentang ucapan maaf Dzhokhar Tsarnaev bisa dibaca di Liputan6.com >

Related Post