Kurio Lunch Break: 13 Mei 2015
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 13 Mei 2015

Kurio Lunch Break: 13 Mei 2015

 

Gempa Nepal tewaskan 65 orang. Kim Jong-un eksekusi menterinya dengan rudal. Wakil Ketua DPR minta anggota dewan pengguna jasa PSK premium diinvestigasi. Kalah praperadilan, KPK diminta instrospeksi. Terakhir dari Surabaya, SBY jadi calon tunggal Ketua Umum Partai Demokrat.

Inilah lima berita hangat yang perlu Anda baca siang ini:

Gempa susulan di Nepal yang terjadi kemarin menewaskan sekitar 65 orang. Gempa berkekuatan 7,3 SR itu juga melukai hampir dua ribu orang. “Pada gempa susulan ini sebanyak 65 orang dilaporkan meninggal dunia, dan 1.926 orang luka-luka,” ujar juru bicara Menteri Dalam Negeri, Laxmi Prasad Dhakal seperti dikutip dari CNN, Rabu, (13/5)… baca lengkap terkait Gempa Nepal di Merdeka.com >


Tak loyal, Menteri Pertahanan Korea Utara dieksekusi mati oleh pemimpin Kim Jong-un. Menteri Hyon Yong-chol dieksekusi mati dengan cara dirudal. “Ia (Hyon) dituding menunjukkan ketidaksetiaan kepada pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un,” demikian dilaporkan Yonhap yang dikutip dari BBC, Rabu (13/5/2015)… baca lengkap di Liputan6.com >


Dewan Perwakilan Rakyat meminta polisi segera mengusut anggota dewan yang terlibat praktik prostitusi premium. “Kalau ada oknum anggota DPR RI terlibat, silakan diusut tuntas,”  kata Taufik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2015)… baca lengkap di Liputan6.com >


SBY melenggang sebagai calon tunggal Ketua Umum Partai Demokrat. Dua calon lain, Marzuki Alie dan Gede Pasek Suardika tiba-tiba muncul dari pencalonan. “Setelah melihat situasi politik eksternal dan internal, saya menyatakan sikap untuk mendukung SBY sebagai ketum Partai Demokrat 2015-2020. Dukungan ini juga saya lakukan untuk antisipasi membelokkan dukungan yang tidak sesuai aspirasi kader. Dukungan tulus ikhlas kepada SBY,” ujar Marzuki dalam Kongres III Partai Demokrat di Surabaya, Selasa (12/5)… baca lengkap soal kisruh jelang Kongres Demokrat di Merdeka.com >


Usai kalah dalam praperadilan, KPK diminta untuk berintrospeksi. Kemarin, mantan Wali Kota Makassar mengalahkan KPK dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Dulu salah menangkap orang, sekarang kurang bukti. Padahal, kewenangan alat bukti itu kan artinya KUHP tidak dipakai,” tutur Romli… baca lengkap soal kisruh KPK di Okezone.com >

Related Post