Kurio News Bite: 12 Mei 2015
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home News Bite Kurio News Bite: 12 Mei 2015

Kurio News Bite: 12 Mei 2015

Nepal kembali diguncang gempa. Putra sulung Joko Widodo jelaskan simbol mata satu di kafe miliknya. Sementara itu, kebijakan sang ayah tentang Papua dikritik oleh pimpinan DPR. Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama salahkan anak buah soal pembangunan Jakarta yang mandek. Terakhir, dari jalur hukum, KPK kembali kalah soal praperadilan penetapan tersangka. 

Inilah lima berita terhangat malam ini, kami ringkaskan untuk Anda baca sambil beristirahat:

“Ini gempa besar,” kata Prakash Shilpakar, pemilik toko suvenir di Kathmandu kepadaReuters. Nepal kembali dilanda gempa. Siang tadi gempa berkekuatan 7,3 SR menggoyang negeri di atas langit tersebut. Baca lengkap tentang gempa Nepal di Liputan6.com >


“Terima kasih banyak bang Jonru, berkat bang Jonru Markobar makin dikenal di dunia maya. Saya tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk promosi. Dan sepertinya para pelanggan saya tidak ada yang merasa terganggu dengan gambar di atas,” pungkas Gibran. Anak sulung Joko Widodo, Gibran Rakabumimng menjelaskan tentang simbolisme mural satu mata yang ada di kafenya. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >


“Tahun ini saya santai saja, anggaran tidak terserap biar saja. Hanya saja, pegawai-pegawai yang mengulur waktu ini yang bikin saya marah. Mungkin mereka berpikir, gubernur kurang ajar mau dipecat sama DPRD. Makanya mereka ngulur waktu, tapi ini pemecatan juga terkatung-katung,” ungkapnya. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyalahkan anak buah karena tak bisa membangun Jakarta. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >


“Pemohon telah membuktikan, bahwa penetapan tersangka terhadap IAS tidak memenuhi syarat, oleh karena itu, gugatan pemohon dikabulkan,” ujar hakim tunggal. Yuningtyas Upiek di ruang sidang utama, Oemar Seno Adji, Selasa (12/5/2015). Soal praperadilan, KPK kembali kalah dalam kasus penetapan tersangka mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin. Baca lengkap beritanya di Okezone.com >


“Menurut saya sebaiknya dipertimbangkan kembali karena jangan isu Papua yang sudah sangat sensitif, lantas kalau tidak ada filter, tentu akan mudah dipolitisasi,” kata pria yang disapa Takur itu di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2015). Taufik Kurniawan memprotes kebijakan Joko Widodo membebaskan jurnalis asing meliput di Papua. Baca lengkap beritanya di Okezone.com >

Related Post