Kurio Lunch Break: 6 Mei 2015
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 6 Mei 2015

Kurio Lunch Break: 6 Mei 2015

Menteri berkomentar soal isu perombakan kabinet. Jero Wacik minta tolong pada SBY. Pejabat Kemenkumham mengundurkan diri karena ide ditolak Joko Widodo. Sedang digodok wacana penyidik KPK dari TNI. Dan terakhir dari Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Bawono menunjuk anak sulungnya jadi penerus takhta.

Inilah lima berita hangat siang untuk menemani istirahat Anda:


Kabar beredar Presiden Joko Widodo akan merombak Kabinet Kerja. Kabar itu juga menyebutkan susunan pembantu presiden yang dilantik akhir Oktober ini akan diotak-atik usai lebaran nanti. “Ya, karena banyak perlu peningkatan kinerja, tentu dibutuhkan orang-orang yang sesuai dengan kemampuannya,” katanya, di Kantor Wakil Presiden… tanggapan sejumlah menteri tentang reshuffle baca lengkap di Metrotvnews.com >


Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan menolong mantan Menteri ESDM, Jero Wacik, dari jeratan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Saya kira permintaan Jero itu janggal. Tidak pada tempatnya Jero minta bantuan Pak SBY. Sebab SBY sekarang bertindak sebagai politikus,” ujarnya kepada Okezone, Rabu (6/5/2015)… baca lengkap di Okezone.com >


Handoyo Sudrajat mundur dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) karena konsep yang diusulkannya untuk perbaikan lembaga pemasyarakatan ditolak Presiden Joko Widodo. “Kemarin di hadapan Pak Menkumham saya sampaikan ini konsep kerja saya, kalau tidak diterima saya akan mundur. Ternyata selama 1,5 tahun di (Ditjen) pemasyarakatan dan 6 bulan di bawah Pak Yasonna, kondisinya berulang lagi, berulang lagi,” kata Handoyo, di gedung Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jakarta, Selasa (5/5/2015)… baca lengkap di Rimanews.com >


Pengamat Militer, Anak Agung Bayu Perwita mengatakan wacana penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berasal dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan sebuah terobosan baru. “Saya pikir ini sebuah terobosan, tapi hal ini tidak boleh dilakukan secara permanen oleh TNI,” ujar Agung kepada Okezone, Rabu (6/5/2015)… baca lengkap di Okezone.com >


Sri Sultan menetapkan putri sulungnya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun sebagai calon penerus takhta Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Penetapan tersebut didasarkan atas sabda raja yang dikeluarkan Sri Sultan siang kemarin di Siti Hinggil, Keraton Yogyakarta. Sri Sultan mengeluarkan sabda raja yang isinya hanya satu poin saja… baca lengkap di Merdeka.com >

Related Post