Kurio Lunch Break: 4 Mei 2015
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 4 Mei 2015

Kurio Lunch Break: 4 Mei 2015

Teror di pameran kartun Nabi Muhammad, dua tewas. Haji Lulung kembali diperiksa polisi. Novel Baswedan akan gugat praperadilan. Politisi Gerindra sindir Jokowi, dan terakhir dari Nepal, enam warga Indonesia masih dinyatakan hilang.

Inilah enam berita yang perlu dibaca untuk melengkapi rehat siang Anda:


Teror terjadi di Texas, Amerika Serikat. Dua pelaku mencoba meledakkan sebuah gedung tempat pameran kartun Nabi Muhammad digelar. Polisi mengantisipasi dengan menembak mati dua pelaku. Dua orang tersebut diketahui menyerang petugas Joiner tak lama setelah anggota parlemen Belanda dan pemimpin sayap kanan, Partai untuk Kebebasan, Geert Wilders, memberikan pidatonya… baca lengkap di Merdeka.com >


Ups, Abraham Lunggana kembali dipanggil Bareskrim Polri. “Saya hanya dimintai keterangan sebagai saksi,” kata pria yang akrab disapa Lulung itu sebelum masuk ke Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2015)… baca lengkap di Metrotvnews.com >


Siang nanti, Novel Baswedan akan melayangkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Akhir pekan lalu ia diseret polisi secara paksa untuk melakukan rekonstruksi di Bengkulu. “Hari ini pukul 14.00 WIB, kita akan datang ke PN Jaksel dan akan mengajukan praperadilan,” ujar Direktur Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Bahrain kepada Liputan6.com… baca lengkap di Liputan6.com >


Politisi Partai Gerindra menyindir Jokowi. Ia mengatakan terkait instruksi Presiden terkait penangkapan Novel Baswedan, seolah ada ketidaksetaraan hukum. “Pertanyaannya apakah Novel ini tidak bisa dituntut oleh lembaga keadilan. Banyak Novel lain yang dibiarkan di kepolisian,” terangnya kepada Okezone, Minggu (3/5/2015)… baca lengkap di Okezone.com >


Enam warga Indonesia masih dinyatakan hilang setelah gempa di Nepal. Pemerintah menyiapkan strategi baru untuk menyelamatkan mereka. “Yang enam (hilang) harus ditangani dengan setting lain, bukan lagi perlindungan dan evakuasi, tapi harus dalam konteks SAR,” tutur Duta Besar Republik Indonesia untuk Bangladesh dan Nepal, Iwan Wiryanata Atmadja… baca lengkap di Merdeka.com >

Related Post