Menjadi Nuh di Atas Banjir Informasi
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Content Curation Menjadi Nuh di Atas Banjir Informasi

Menjadi Nuh di Atas Banjir Informasi

Bagi penggemar berat berita, sebagian dari Anda mungkin sudah lupa bagaimana rasanya menunggu [sampai mendengar bunyi lemparan] surat kabar yang dikirim tukang koran langganan di halaman rumah, lalu kemudian tergopoh menggapainya demi mendapatkan gizi informasi yang cukup setiap pagi. Berjarak beberapa jam kemudian, dahaga warta terbaru hadir pada sore harinya. Sepulang bekerja, mampir ke lapak koran, cari koran sore agar dapat dibaca saat commuting ke rumah.

Foto: KaboomPics

Lalu internet, media sosial, dan smartphone hadir mengubah semuanya. Cara kita mencari, mendapatkan, dan mengonsumsi konten bertransformasi, gara-gara dengan sekali klik, informasi hadir di depan mata dalam jumlah masif, tak terhitung.

Ombak besar konten ini tak cuma dirasakan para akademisi pencinta riset serta penggila berita. Mereka yang tadinya bahkan tidak into informasi juga kena dampaknya; paling praktis adalah saat membuka Facebook, artikel/video yang dibagikan teman-teman terpampang. Jumlahnya bisa lebih dari sekali-dua kali scroll, mengingat–dikutip dari TechSpartan–dalam 2014 saja tercatat 600 logins terjadi tiap satu menit di Facebook. Dan pada situasi semacam itu, tak jarang orang-orang di dunia maya mengalami disorientasi terhadap informasi yang berlebihan muncul, sesuai ramalan futuris Alvin Toffler pada buku Future Shock (Random House, 1970), “Information overload,” yang kemudian jadi frasa penting paling kontekstual sampai detik ini.

Dunia psikologi memandang serius fenomena ini. Menurut Lucy Jo Palladino, Ph.D, saat seseorang berhadapan dengan begitu banyak ‘pilihan’ (dalam hal ini; informasi/konten) dalam satu waktu, susunan saraf di otak terstimulasi berlebihan hingga dapat mengakibatkan stres. Meminjam pembuka paragraf Daniel J Levitin di The Guardian, “[Isi] kepala kita lebih sibuk dari sebelumnya.”

Cara kita mengonsumsi konten tak lagi sama seperti dahulu; menunggu koran pagi-sore dan berkutat dengan headlines dalam jumlah yang ajek, sementara hari ini Anda ada di depan layar ponsel/laptop sibuk memilih apa yang dibaca dari berbagai sumber tak terhitung yang dianalogikan sebagai noise. Salah-salah pilih, Anda tenggelam dalam kebingaran tersebut.

Hal paling bijak yang bisa Anda lakukan adalah dengan menyaring keberisikan ini baik-baik, sehingga daripada diteror, kita menjadi seperti Nuh di atas banjir informasi/lautan data ukuran raksasa, dalam ‘kapal besar’ teknologi di dunia maya, atau mengutip salah satu pelanggan e-mail newsletter Brain Food, “It’s like noise cancelling headphones for the Internet.”

Di area industri media dan konsumsi berita, menyaring konten di belantara data raksasa adalah salah satu bentuk opini; cara agar suara Anda dapat terdengar di antara bingarnya informasi. Ia pula yang membantu memberikan value lebih pada produser konten/sumber otentiknya di luar sana.

Internet memberikan fasilitas ini. Platform Paper.li, misalnya, memungkinkan setiap orang memiliki newsroom sendiri dengan algoritma unik yang dapat menganalisis jutaan posts dari media sosial dan dikombinasikan dengan memproses artikel dari sumber pilihan Anda sendiri. Dari sisi konsumen berita, layanan e-mail harian seperti The Skimm akan memilih dan merangkum konten-konten terkuat dalam bentuk sekian paragraf melalui bahasa yang casual. Pun aplikasi berita Kurio, yang menawarkan konten-konten berkualitas secara real time dengan kategorisasi luas dan ratusan topik yang akan terus berkembang tanpa kehilangan sisi human-nya karena digawangi oleh tim kurator yang solid pada tiap topik.

Pada akhirnya, alih-alih perkara kuantitas, habit membaca berita, mengonsumsi informasi di masa kini kembali pada kualitas. Selayaknya berlangganan koran-koran dengan kualitas editorial yang baik dan berkarakter pada pagi dan sore dahulu, Anda telah memulai membangun bahtera sendiri demi terhindar dari banjir informasi yang disorientatif.

Related Post

  • Memang sudah saatnya selektif terhadap pemilihan berita, karena begitu banyaknya pengguna internet yg share informasi, terkadang informasi tersebut asal aja tanpa pertanggung jawaban, akibatnya jadi rumo, dan kepercayaan masyarakat akAn berita terdistorsi dengan konten2 berita yg syarat akan kepentingan iklan, politis dsb…